Rusia Serang Ukraina, Duta Besar Amerika Ingatkan Putin Bisa Berakhir Buruk
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y. Kim pada Jumat, 4 Maret 2022, mengeluarkan pernyataan terkait keputusan Rusia serang Ukraina. Dia menilai tindakan Presiden Rusia Vladimir Putin sama dengan menyerang prinsip-prinsip yang menjunjung perdamaian dan demokrasi global.
"Rakyat Ukraina sangat tangguh. Mereka telah menjalani demokrasi selama beberapa dekade, dan keberanian mereka menginspirasi dunia. Amerika Serikat, bersama dengan para Sekutu dan mitra di seluruh dunia, akan terus mendukung rakyat Ukraina dalam membela negara mereka," kata Duta Besar Kim.
Kondisi bangunan apartemen yang hancur akibat serangan Rusia, di Irpin, Ukraina, 2 Maret 2022. Invasi Rusia ini mengakibatkan ribuan warga Ukraina berbondong-bondong melarikan diri dan meninggalkan negara mereka. REUTERS/Serhii Nuzhnenko
Kim berpandangan, dengan memilih untuk membiayai perang daripada berinvestasi untuk kebutuhan Rusia, invasi Putin ke Ukraina akan menjadi kegagalan strategis bagi Kremlin dan merusak masa depan rakyat Rusia. Ketika sejarah dalam era ini ditulis, hal itu akan menunjukkan bahwa pilihan Putin untuk meluncurkan serangan yang tidak beralasan, tidak dibenarkan, membuat dunia lebih bersatu dan Rusia secara eksponensial lebih lemah.
"Hal ini tidak akan berakhir baik bagi Vladimir Putin," ujarnya.
Bersama-sama, Amerika Serikat dan para Sekutu serta mitra-mitranya, mengambil tindakan untuk meminta pertanggungjawaban Rusia. Sebagai hasil dari koordinasi sanksi global yang belum pernah terjadi sebelumnya, Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Jepang, dan Kanada telah menghapus beberapa bank Rusia dari sistem pesan SWIFT dan memberlakukan tindakan pembatasan pada Bank Sentral Rusia.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan sanksi keuangan secara menyeluruh dan kontrol ekspor yang ketat yang akan merugikan ekonomi, sistem keuangan, dan akses Rusia ke teknologi mutakhir.
Setelah Presiden Putin memulai invasinya, mata uang rubel mencapai titik terlemahnya dalam sejarah, dan pasar saham Rusia jatuh. Bersama dengan Inggris dan Uni Eropa, Amerika Serikat menjatuhkan sanksi kepada Presiden Putin.
"Kami akan membatasi kemampuan Rusia untuk melakukan bisnis. Kami akan menghambat kemampuan Rusia untuk membiayai dan mengembangkan militernya. Kami akan melemahkan kemampuan Rusia untuk bersaing dalam ekonomi global. Dan kami siap untuk berbuat lebih banyak lagi," kata Kim dalam keterangan tertulis.
Selain "hukuman" ekonomi, Presiden Biden mengesahkan tambahan bantuan keamanan senilai USD 350 juta untuk segera membantu Ukraina mempertahankan diri, sehingga total bantuan keamanan Amerika ke Ukraina selama setahun terakhir menjadi lebih dari USD 1 miliar. Amerika Serikat juga telah berkoordinasi dengan negara-negara utama penghasil dan konsumen minyak dunia untuk menekankan kepentingan bersama dalam mengamankan pasokan energi global. Amerika Serikat bekerja sama dengan perusahaan energi untuk meningkatkan kapasitas mereka memasok energi ke pasar, terutama sebagai akibat dari kenaikan harga.

Comments
Post a Comment