PCR dan Antigen Tak Lagi Menjadi Syarat, Harga Tiket Belum Tentu Turun
Pemerintah menghapus syarat berpergian yang tidak lagi mengharuskan tes PCR dan Antigen bagi penumpang yang sudah dua kali vaksin.
Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi masyarakat dan perusahaan jasa transportasi saja. Namun, hal ini juga menjadi kabar baik bagi destinasi wisata yang ada di setiap daerah.
Kebijakan peniadaan tes bagi pengguna transportasi yang sudah dua kali divaksin ini, dikatakan Pengamat Ekonomi Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin, bisa mengurangi beban maskapai penerbangan yang sempat terpukul dengan penurunan aktifitas bisnis seiring dengan pandemic Covid-19.
Tingkat kunjungan wisatawan akan meningkat dengan kebijakan tersebut. industri lainnya yang mendukung juga berpeluang hidup.
Misalnya hotel, restoran hingga kuliner khas masing-masing daerah. Namun sayangnya kebijakan ini diperkirakan tidak akan membuat harga tiket ikut turun.
Menurut Gunawan, pastinya bagi yang sudah di vaksin dua kali, maka pengeluaran untuk PCR atau Antigen sudah tidak ada lagi.
hanya saja belum menjamin bahwa pengeluaran untuk menggunakan jasa transportasi udara, laut maupun darat tersebut akan otomatis terpangkas.
Hal ini disebabkan biaya yang dikeluarkan oleh penyedia jasa transportasi tersebut akan dihitung ulang.
ditambah lagi ada penambahan beban pengeluaran akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. Hal ini diperkirakan akan membuat penyedia jasa transportasi menaikkan harga tiket, terlebih jasa transportasi udara.
“Kalau ditanya apakah minat masyarakat untuk berpergian meningkat dengan penghapusan kebijakan tersebut? maka jawabannya sudah pasti iya. Hanya saja antusias masyarakat akan dihadapkan dengan kelanjutan realita dari kebijakan ongkos pengguna jasa transportasi itu sendiri,” jelas Gunawan Benjamin, Kamis (10/3/2022).
Gunawan menuturkan, di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia tersebut, saya justru mengkhawatirkan kemungkinan ada kenaikan biaya lain yang nantinya akan dibebankan ke penumpang.
“Tapi tetap saja penghapusan kebijakan wajib PCR dan Antigen tersebut patut kita apresiasi,” tuturnya.
Selama ini kerap ada dugaan miring terkait kebijakan tersebut yang dinilai hanya menguntungkan sejumlah pihak tertentu.
“Saya sendiri masih belum bisa memastikan berapa besar potensi kenaikan harga tiket di masing-masing perusahaan penyedia jasa,” katanya.
Selama ini, banyak perusahaan jasa transportasi yang menyalakan mode bisnis hanya untuk sekadar bertahan hidup. Bukan lagi menargetkan keuntungan tertentu.
“Sudah pasti akan dihitung ulang kebijakan penghapusan PCR dan Antigen itu tadi. penyesuaian harga tiket juga akan menyesuaikan harga BBM yang diatur pemerintah,” katanya.
“Ada banyak komponennya, dan pertamina sejauh ini juga hanya bisa menaikkan harga BBM penugasan seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. Saya yakin, realita di lapangan nantinya akan lebih mengarah kepada kemungkinan kenaikan harga tiket setelah kebijakan PCR dan antigen dihapuskan,” tandasnya.

Comments
Post a Comment